Meningkatkan Daya Saing Di Era 4.0

16/10/2019 01:22:12

Saat ini dunia sedang menghadapi era teknologi yang disebut revolusi industri 4.0. Prinsip dasar revolusi industri 4.0 adalah menggabungkan mesin, alur kerja, dan sistem dengan menerapkan jaringan cerdas di sepanjang rantai dan proses produksi untuk mengendalikan satu sama lain secara mandiri. Jika di era 3.0 proses otomatisasi tetap membutuhkan manusia untuk menetapkan setting dan parameter kerja, dalam era 4.0 ini peran manusia dalam otomatisasi sangat minim. Mesin dan robot bisa menyesuaikan setting dan parameter kerja mereka sesuai dengan situasi dan kondisi yang berkembang.

Berkat keberadaan teknologi di era 4.0 seperti Cyber Physical System, Internet of Things (IoT), Cloud Computing, Cognitive Computing dan Artificial Intelligence, banyak hal yang tidak terpikirkan sebelumnya tiba-tiba muncul, menjadi inovasi dan membuka peluang bisnis yang sangat besar. Kita bisa melihat kehadiran perusahaan-perusahaan baru (startup) yang melejit dan meraksasa karena berhasil memanfaatkan keberadaan teknologi 4.0 untuk kepentingan bisnis mereka. Di sisi lain, teknologi 4.0 juga menimbulkan ancaman bagi kelangsungan bisnis perusahaan yang sudah mapan. Kita menyaksikan beberapa raksasa bisnis di tingkat global tumbang akibat tidak berhasil mengantisipasi dampak perkembangan teknologi terhadap bisnis mereka.

Lantas apakah ini berarti perusahaan harus berlomba-lomba memiliki teknologi terdepan untuk meningkatkan daya saingnya dalam situasi bisnis yang semakin menantang?

Tantangan terbesar di era 4.0 bagi perusahaan adalah menciptakan nilai tambah dari aktivitas bisnis perusahaan dan memangkas aktivitas yang tidak memiliki nilai tambah. Kunci untuk menjawab tantangan tersebut terletak pada inovasi dan produktivitas Sumber Daya Manusia (SDM). Perusahaan yang memiliki teknologi terbaru dan terbaik belum tentu berhasil mengembangkan bisnisnya jika operasionalnya hanya menjalankan business as usual serta tidak didukung SDM yang unggul (talent) yang mampu menghasilkan dan merealisasikan ide-ide inovatif bagi perusahaan. Talent akan menjadi pembeda yang sangat signifikan untuk memastikan teknologi yang dimiliki perusahaan dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk meningkatkan daya saing perusahaan maupun membuka peluang bisnis baru.

Untuk menjamin ketersediaan talent ini, fungsi HC di era 4.0 tidak lagi cukup hanya sebagai Business Partner, tetapi harus dapat diberdayakan sebagai Business Player (Value Creator, Cost Solution, Marketer), Navigator (Future Creators), bahkan sebagai Avengers (Digital Ready, Inspiring, dsb). Dengan peningkatan peran dan kontribusi fungsi HC di atas, tantangan dan peluang yang muncul di era 4.0 dapat segera dijawab secara efektif.

Tidak hanya perusahaan yang dihadapkan pada tantangan yang cukup berarti dalam menghadapi revolusi 4.0, kita sebagai manusia dihadapkan pada perubahan yang cukup dramatis, jenis-jenis pekerjaan dan keahlian yang dipersyaratkan berubah dibandingkan era sebelumnya. Dengan segala kecanggihan teknologi yang berkembang, peranan manusia akan bergeser sedikit demi sedikit digantikan oleh teknologi. Saingan kita untuk mendapatkan pekerjaan tidak hanya manusia lainnya, tetapi juga mesin dan teknologi yang semakin pintar untuk mengambil alih pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan manusia.

Kunci untuk bersaing di era ini terletak pada kemampuan manusia yang tidak dimiliki mesin, yaitu kreativitas, analisa, seni, kecerdasan emosional, dan soft skills lainnya. Secara garis besar, berikut adalah 5 kualifikasi dan skills utama yang harus dimiliki SDM untuk menghadapi industry 4.0:

  1. Digital Awareness dan Pengetahuan mengenai Information Communication Technology (ICT), seperti kemampuan menggunakan dan berinteraksi dengan komputer dan mesin pintar (robot), pemahaman mengenai machine to machine communication, IT security dan data protection, dsb.
  2. Keahlian untuk bekerja menggunakan data seperti memproses dan menganalisa data/informasi yang diperoleh dari mesin, memahami output dan pengambilan keputusan berdasarkan data visual, statistika, dsb.
  3. Technical Know-How, yaitu pengetahuan generik dan interdisiplin mengenai teknologi, pengetahuan khusus mengenai aktivitas pengolahan dan pemrosesan, dsb.
  4. Personal Skills, seperti kemampuan menyesuaikan diri, mengambil keputusan, bekerjasama, komunikasi, memimpin dsb.
  5. Thinking Skills, seperti berpikir fleksibel, antisipatif, visioner, kreatif, dsb.

Keunggulan di bidang-bidang itulah yang harus dikembangkan agar dapat terus berkarya dan berkontribusi di era 4.0, tidak hanya untuk memperbesar peluang mendapat lapangan pekerjaan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan yang baru dan lebih luas di dunia ini.

Pada akhirnya, dalam era 4.0 ini sumber daya manusia yang unggul tetap tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Bahkan robot yang canggih pun tetap memerlukan manusia untuk dioperasikan maupun dikembangkan fungsinya. Keunggulan manusialah yang akan menentukan seberapa jauh teknologi bisa dikembangkan dan dimanfaatkan.

Tags : SDM, Management

Artikel Selanjutnya : Penerapan Knowledge Management Dalam Organisasi

Artikel Sebelumnya


Komentar




Orang yang sukses dalam hidup adalah orang yang melihat tujuannya dengan jelas dan menjurus kearahnya tanpa menyimpang.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Partnership Inovasi Assessment Training SDM Leadership Management