Meningkatkan Daya Saing Perusahaan Dengan Membangun Soft Competencies SDM

31/08/2021 22:41:59

Keberhasilan perusahaan antara lain bergantung pada kompetensi SDM yang dimiliki. Strategi yang ditetapkan perusahaan untuk mencapai visi dan misinya, tidak akan dapat dijalankan dengan baik jika karyawan perusahaan tidak kompeten untuk menjalankan peran yang menjadi tanggung jawabnya, atau perilakunya tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan.

Hard competencies (kompetensi teknis) saja tidak cukup untuk melakukan dan menyelesaikan pekerjaan secara baik dan efektif. Sebagai contoh, seorang supervisor, selain harus menguasai keahlian di bidang kerjanya, juga harus dapat mengkoordinasikan timnya dan membangun kerjasama dengan bagian lain agar semua tugas-tugasnya selesai sesuai target yang ditetapkan perusahaan. Oleh karena itu, soft competencies berupa kemampuan manajerial, interpersonal dan kepemimpinan, merupakan kompetensi yang penting untuk dikembangkan agar dapat mendukung keberhasilan perusahaan menghadapi peluang dan tantangan bisnis. 

Memasuki era 4.0, dimana tantangan bisnis semakin dinamis, pimpinan harus mampu mengidentifikasi dan mengembangkan soft competencies yang perlu dimiliki karyawan, diantaranya cepat belajar, beradaptasi, menghasilkan serta menerapkan ide-ide kreatif dan inovatif bagi bisnis perusahaan.

Dalam era ini, pesatnya perkembangan teknologi otomasi dan kecerdasan buatan menghasilkan proporsi pekerjaan yang lebih besar untuk pekerjaan yang mengandalkan soft competencies, disisi lain tugas yang membutuhkan hard competencies akan terus berkurang. Riset yang dilakukan Deloitte memprediksi bahwa pada tahun 2030 dua pertiga dari semua pekerjaan di dunia ini akan bergantung pada soft competencies.

Pentingnya soft competencies bagi perusahaan juga terlihat dalam riset yang dilakukan International Association of Administrative Professional. Dalam riset tersebut, 67% perusahaan yang menjadi responden menyatakan mereka akan merekrut seorang kandidat dengan soft competencies yang baik meskipun hard skills-nya masih harus dikembangkan. Hanya 9% yang menyatakan akan mempekerjakan kandidat dengan hard competencies yang baik meskipun soft competencies-nya harus dikembangkan.

Dalam praktiknya tidak mudah bagi perusahaan mendapatkan karyawan yang memiliki soft competencies sesuai tuntutan, baik dalam proses rekrutmen maupun promosi untuk mengisi suatu jabatan, terutama untuk level jabatan manajerial. Perusahaan dapat dengan mudah menemukan karyawan dengan portofolio dan sertifikasi terkait keahlian teknis di suatu bidang seperti mengoperasikan mesin atau menerapkan suatu metode analisis, namun sulit menemukan kandidat dengan kemampuan manajerial, interpersonal dan kepemimpinan yang dipersyaratkan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi digitalisasi yang pesat menyebabkan penguasaan sejumlah soft competencies menurun. Sebagai contoh, kompetensi berkaitan komunikasi verbal menjadi kurang berkembang karena saat ini kita lebih banyak berkomunikasi menggunakan aplikasi chatting meskipun berada dalam jarak yang berdekatan.

Untuk itu, perusahaan perlu mengembangkan sistem pengembangan soft competencies karyawan yang efektif guna menjamin ketersediaan talent dengan soft competencies yang sesuai standar di tiap level jabatan.

 

Langkah-langkah untuk Mengembangkan Soft Competencies

Berikut langkah-langkah untuk mengembangkan soft competencies:

1.     Membuat model soft competencies mencakup :

·      Kamus Kompetensi

·      Profil Kompetensi

Dalam pembuatan model kompetensi tersebut, hendaknya memperhatikan visi yang hendak dicapai, tantangan bisnis yang dihadapi, serta kunci sukses untuk dapat menjalankan peran tiap level jabatan. Pastikan pula bahwa soft competencies yang disusun dapat diobservasi, diukur dan dikembangkan. Model kompetensi ini bagi perusahaan dapat menjadi acuan dalam mengevaluasi dan mengembangkan karyawan. Sedangkan bagi karyawan, kamus dan profil kompetensi akan membantu untuk memahami kompetensi yang harus dipenuhi dalam mendukung bisnis perusahaan.

2.  Jika perusahaan telah memiliki model kompetensi yang sejalan dengan strategi bisnis perusahaan, berikutnya petakan kompetensi karyawan melalui metode assessment yang relevan. Saat ini, metode yang banyak digunakan untuk mengevaluasi kompetensi karyawan adalah assessment center. Melalui metode ini, perilaku-perilaku yang mencerminkan soft competencies dapat terstimulasi dan terukur secara lebih objektif.   Dari hasil assessment tersebut, perusahaan mendapat informasi mengenai gap/kesenjangan antara kompetensi karyawan dengan standar kompetensi yang dituntut. 

3.  Kembangkan kompetensi karyawan untuk mengisi gap/kesenjangan melalui pemberian materi pengembangan dengan metode yang tepat serta kesempatan untuk menerapkan hasil pembelajarannya di tempat kerja. Dukungan lingkungan terutama atasan sangat diperlukan untuk mencapai hasil pengembangan yang optimal. Dengan demikian, hasil pembelajarannya menjadi  kebiasaan/perilaku menetap yang secara otomatis ditampilkan karyawan dalam berbagai situasi.

4.  Lakukan evaluasi terhadap hasil pengembangan  soft competencies untuk memastikan efektivitas pengembangan, mencakup :

·      Konten/materi pengembangan

·      Teknik/metode pengembangan

·      Waktu

·      Biaya

·      Dampak terhadap kinerja karyawan

 

Dengan langkah-langkah tersebut, maka perusahaan akan memiliki talent dengan soft competencies yang mampu meningkatkan daya saing perusahaan.

Tags : SDM, Assessment, Training

Artikel Selanjutnya : Implementasi Strategi Perubahan Dalam Organisasi

Artikel Sebelumnya


Komentar




The ultimate measure of a man is not where he stands in moments of comfort, but where he stands at times of challenge and controversy.

EVENTS


ARTICLE'S TAGS

Partnership Inovasi Assessment Training SDM Leadership Management